Beragam Rupa Dampak Pandemik, Blunder hingga Hal Baru

Mungkin sudah sampai satu semester kita dirundung pandemik yang mengakibatkan kita terkurung dalam istana atau rumah masing-masing layaknya hibernasi para kawanan beruang saat menghadapi musim dingin, toh mongkin sebagian dari kita memang ada yang meniru beruang yang tertidur lama saat hibernasi demi menyimpan energi untuk kelak menghadapi musim yang baru, yang biasa mereka sebut "kaum rebahan". Tapi apakah iya kita sedang menyimpan energi untuk memulai hidup yang baru ? atau hanya sekedar istirahat karna jenuh dan lelah bergulat dengan rutinitas yang selalu padat dalam sepekan. Namun beberapa diantaranya justru bosan dengan tidak melakukan apa-apa dalam jangka waktu yang lama. Sebab tubuh sudah terbiasa bergerak seperti mesin, laksana gerigi-gerigi yang bersatu membentuk alat produksi penggerak ekonomi.

Yaaa, manusia adalah makhluk yang kerap dan harus selalu bergerak agar tetap hidup, serupa hiu dilautan yang bernafas dan hidup karna selalu bergerak sekalipun mereka sedang tertidur. Kebiasaan kita berubah secara perlahan akibat dampak dari karantina yang kita jalani selama berbulan-bulan. Beberapa diantara mereka ada yang mengubah rasa bosannya menuju kearah yang positif bahkan negatif, dan keduanya memang perlu terjadi, agar keseimbangan hidup tetap tercipta. Banyaknya energi sebab tak termakan kesibukan yang padat membuat kita terkadang salah langkah dalam bergerak, seperti sedang berhadapan dengan orang yanng terkasih. Selama bebearapa bulan ini kita sudah menjalani aktifitas yang berbeda dari biasanya, energi yang biasa disalurkan untuk sebuah kewajiban dasar seperti bekerja atau belajar di salah satu wadah pendidikan, kini kita memiliki banyak waktu luang yang membuat kita kerap kali berfikir dan merenung akan hal-hal yang telah terjadi bahkan belum terjadi atau angan-angan alias berkhayal.  

Saya pernah menulis sebuah artikel dimana apa bila seseorang merasa bosan dengan aktifitas atau rutinitas yang melulu sama akan menimbulkan kebosanan dan muncul pikiran liar, yang dimana rasa bosan ini biasa disebut Ennui. Contohnya seperti apa bila kita sedang dilanda kebosanan terkadang kita akan mencoba melakukan sesuatu untuk keluar dari rasa bosan tersebut dengan hal-hal yang tak kita tau itu baik atau buruk untuk diri sendiri maupun orang lain, karena pada saat keadaan bosan pikiran justru sedang dalam kondisi yang kosong (bingung). Dan dengan kekosongan tersebut kadang kita tidak sempat memilah apa yang harus kita isi, apabila kita isi sampah  (negative) maka yang keluar juga akan sampah dan berdampak nyampah untuk orang lain. Dan apabila kita isi dengan suatu hal yang positif maka akan timbul sebuah hasil yang positif pula bahkan bisa sampai ke tingkat yang kreatif.

Menanggapi kasus karantina selama pandemik ini, masyarakat mulai banyak yang mencoba beberapa hal baru yang sebelumnya tidak sempat dia lakukan atau terealisasikan sebab padatnya aktifitas disaat keadaan normal. Beberapa diantaranya ada yang mencoba merakit sebuah perangkat roda dua yang tergerakkan dari sepasang gerigi berkalung rantai atau biasa kita sebut sepeda, berkeliling kota dengan gowesan pedal demi mengisi kekosongan waktu. Ada pula yang memulai menyusun sebuah pemandangan indah dalam sekotak kaca atau biasa beristilah Aquascape. Ada dari mereka yang kembali menikmati sepoinya angin untuk menerbangkan kertas bertulang lidi, dan pergi ke pesisir sungai atau danau untuk menguji kesabaran dengan memancing beberapa ikan. Beragam cara dan rupa untuk mengisi kekosongan selama masa pandemik ini, namun bagi mereka yang sedang tidak dipekerjakan lagi dari tempat kerjanya kini mulai mengais rejeki dengan berjualan online, mulai dari minuman, makanan, produk kesehatan dan lain-lain. Hingga dititik sepertinya kita telah mati gaya, dan mulai sibuk beropini di media sosial tentang isu terkini, termasuk artikel yang saya tulis ini. Banyaknya energi yang tak tersalurkan membuat kita memiliki power dan tenaga untuk berdebat, berpendapat, mengoceh, memposting sebuah hal-hal yang sebenarnya tidak berisi, yang pada akhirnya semua menjadi konsumsi publik yang sebenarnya tidak terlalu perlu. 

Blunder, yaa mungkin kita semua sedang berjudi dengan keadaan, hingga pada akhirnya kita tersadar apa yang kita kerjakan kemarin adalah hal yang sebenarnya tidak teramat perlu. Mungkin kelak apabila keadaan mulai kembali normal, beberapa piranti yang kita punya saat pandemik ini akan digantungkan, seperti kelak kita tidak lagi bersepeda, aquarium yang telah tertata indah mulai tak sempat terawat, akun-akun jualan yang sempat menghjdupi sesaat mulai ditutup atau menggulung tikarnya, kail pancing dan benang layangan akan diletakkan di dalam gudang, bahkan postingan instagram yang sepat terupdate mulai diarsipkan karna mulai merasa tidak sesuai dengan estetika profile yang kalian mau. 

Sekedar berpasan, apapun yang akan terjadi nanti, jangan pernah sesali apa yang telah terjadi, sebab tanpa itu adalah bagian dari kita, serupa bata yang tersusun membentuk bangunan pribadi atau karakter yang kuat. Kita yang teramat estetik dalam media Instagram itu sebab kita telah melewati fase Friendster dan Facebook yang cukup menggelikan. Bersyukurlah telah bisa melewati masa pandemik ini, bersyukurlah sebab adanya tragedi kita bisa mencoba hal-hal baru yang sebelumnya tak sempat terlaksanakan. Semoga kita masih diberi kesempatan untuk melakukan hal-hal baru, semoga rantai sepedamu masih kerap berputar, semoga ikan dan tumbuhan dalam kotak kacamu masih tetap indah, dan semoga ada waktu luang disela kesibukan untuk menenangkan diri di tepi sungai sembari menunggu umpan pancing termakan. Terimakasih

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.