Modern life is rubbish!
Meneruskan kembali kehidupan setelah diguyur badai pandemi serupa musim dingin yang membuat para pengerat berkandang dalam sarang masing-masing. nyaris kering, dan belum seutuhnya garing dari guyuran badai covid, dengan judul hidup baru dalam masa transisi manusia. New Normal adalah caption para makhluk sosial yang kini tidak lagi tersosialkan secara fisik, ekspresi murung, sedih, dan bahagia dapat keluar rumah tidak terlihat dalam raut wajah para pelaku, sebab topeng penutup mulut dan hidung mu telah menjadi kebutuhan sandang. Jabat tangan simbolis bermasyarakat kini telah tergeser karna ketakutan antar sesama, barsanding disisi kanan mau pun kiri mu kini telah diatur dalam kitab kenegaraan, membuat mu tak terjangkau dengan kekasih dan kerabatmu. Dalih keamanan dasar kesehatan kerap kali terjumpai disudut-sudut ruang aktifitas mu.
Membaca sebuah buku yang hits tahun lalu berjudul besar di jilidnya besikap bodoamat adalah hal yang membuatmu mendapat sinisitas para penganut wabah. Berpuasa kontak fisik selama kurang lebih tiga kali berganti horoskop, ternyata sampai saat ini hari raya tak kunjung terjadi, tidak seperti budaya religi puasa tahunan yang diujung hari terakhir adalah pesta pora hari kemenangan, malah justru menjadi hari dimana kita tak lagi saling berpelukan, danging bertemu danging tidak lagi penting, ruang sosial tak lagi sangat dibutuhkan sebab virtual telah menggesernya dan menimbulkan kebiasaan yang teramat baru.
New World, New Era, New Life, New Culture, New Normal is Fvck !!!
Post, post, post, post Modernsm
Mulut kini telah tergantikan oleh jari-jemari, sang ibu jari kini tidak lagi berperan penting sebagai simbol yang mempersilakan, beberapa diantaranya telah menjadi senjata yang menusuk dan menembus relung hati yang lebih menyakiti dari lidah yang katanya tak bertulang.Usia kini tidak lagi sebagai acuan kehormatan, nominal dalam tabungan adalah rujukan untuk mendapat sebuah pengakuan.
Modern life is rubbish!
Tidak ada komentar: