Mati Mengambang

Terbaring menatap langit-langit malam yang teramat cerah di tengah lautan biru yang teramat penuh misteri di dasar nya, mengambang dan terhanyut di tengah samudra yang tenang yang mungkin kelak mengagetkan. Kosong, entah pikiran atau hati yang merasa teramat kosong saat mata menatap jutaan bintang diatas sekoci hanyut terbawa ombak. Kosong, aku tak dapat berpikir dengan jelas tujuan dan semua wacana masa depan yang penuh runtutan misteri. Kosong, sepertinya hati telah menggelap dan tak lagi merah selaksa api membara. Kosong, diriku tak dapat membaca lagi apa maksud dan ujung dari samudra gelap yang mematahkan dua buah dayung. Bangun dan mencoba duduk terdiam dengan pandangan tak berujung, kosong, tatapan ini tak lagi jelas mengarah ke arah mana. Tersesat dalam labirin yang meleburkan harapan, cahaya dari pantulan pupil mata mulai tidak terarah. Mati, diriku sepertinya telah tewas diatas lautan ini.

Semua mantra yang terapal telah pudar daya juangnya, putus asa dan mati, mati terhanyut diatas air laut. Tidak ada lagi amarah dan dendam sebagai bahan bakar, semua telah hanyut dan jatuh kedasar laut. Kosong, tak lagi merah dan menyala, mati, yaa terlihat jelas jiwa ku mengambang terbaring diatas air. Kini hanya menyisakan jasad yang bergerak tak bertuju. Mati, mati, mati, mati, mati, termatikan daya hidup nya. Sepertinya sudah tak terlihat jelas lagi cahaya penawar racun dari semua ini.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.