Lingkaran Setan
Kegelisahan yang membentuk sebuah kerangka berfikir, diriku terperangkap dalam fase kecemasan terhadap setiap gerak ruang dan waktu. Menderu, merapal keadaan, mengeluhkan tiap putaran, membenci sekaligus mencintai suatu hal, entah itu seorang makhluk bahkan sebuah keabsurd-an yang biasa kita sebut rasa.
Kerisis kepercayaan akan diri, raga yang tak seberapa ini, terombang-ambing jiwanya dalam kegelapan tanpa setitik terang. Mencari dan berjalan menuju sumber cahaya adalah hal yang teramat penuh kekacauan dalam tiap jangkauan.
Sial, aku ini sedang teroyak-oyak oleh seseorang atau apa istilahnya bila sosok itu sebenarnya diriku sendiri?
Berharap merumuskan sebuah formula solusi dan mengakhiri kegelisahan ini, malah justru semakin tenggelam masuk dan mulai menikmati.
Mati adalah tujuan dari semua ini, rasanya...
Menyerah adalah salah satu jalan terakhir...
Menolak untuk menyerah adalah tangga yang tiada ujung
Sial
Jalani saja atau Mati membunuh raga sendiri?
Sial
Aku terperangkap dalam jeruji yang ku pegang sendiri kunci kamarnya...
Sial, berlaga menahan pamor itu terjadi lagi.
Ketakutan dan Keraguan telah merangsang kembali mata panah yang siap menikam terbang.
Sial, sang Arjuna kehilangan Wejangan
jangan, jangan mati dulu Arjuna. Cicilan motor mu masih menunggak banyak.
BalasHapus