Jangan Dibiasakan Nanti Bosan
Tidak sengaja
sore ini aku menengok kedalam kulkas dan melihat ada limbah kopi alias sisa
dari gelas-gelas kopi yang tak pernah habis ku minum. Bermaksud untuk mencoba
memanfaatkan limbah tersebut akhirnya aku mencoba mencampurkanya dengan susu
yang ku beli dari minimarket yang menjamur di penjuru kota metropolitan. Tak
kusangka kopi susu buatan ku ternyata tidak kalah dengan kopi susu yang biasa
muncul di iklan televisi “Cappucino
buatamu ? Nomero Uno” siapa yang tak tau kalimat tersebut yang kini jadi bahan
bercandaan anak muda saat sedang meminum kopi.
Duduk bersila di bawah pohon depan rumah di temani kopi yang katanya Numero Uno buatan sendiri adalah kegiatan yang cukup asik untuk melepas kepergian mentari yang mulai tenggelam. Namun tak ku sangka kukira sila ku disini hanya akan menghasilkan lamunan yang membawa ku tenggelam pada kenangan ataupun khayalan masa depan. Sempat ku merenung perihal apa yang sebenarnya membuat para pemuda-pemudi mulai hilang kendali atas tubuhnya sendiri, yang ku maksud lebih kepada perilakunya yang terkadang seperti orang sakit walaupun secara indrawi tubuh atau raga nya sehat-sehat saja. Kenapa ku bilang sakit ? karena mundurnya tingkat produktifitas yang berkualitas alias mulai hilangnya sikap kreatif dikarenakan siklus keseharianya hanya menimbulkan looping, selalu dalam rute yang sama. Putaran siklus keseharian yang sama sesungguhnya adalah indikator munculnya ennui yakni perasaan bosan, dan seperti apa yang diungkapkan Buddha yang katanya kebosanan dapat membunuh manusia lebih hebat dari penyakit ganas manapun. Kenapa ku anggap rasa bosan adalah penyakit ? karena sering kali kita melakukan hal bodoh apa bila rasa bosan itu mulai menguasai suasana hati, dan membuat sistem kerja otak menjadi bingung alias kosong. Kebosanan bisa membuat prilaku seseorang menjadi tidak beraturan yang dapat mengganggu diri sendiri maupun orang lain. Dalam kehidupan bermasyarakat/bersosial, rumah tangga, bekerja dan lain-lainnya sering timbul kebosanan pada diri kita, apalagi kalau kita selalu menghadapi berbagai masalah yang sulit diselesaikan. Seorang pelajar di sekolah yang sering mengalami kegagalan dalam ujian kemudian menjadi patah semangat dan berhenti belajar dan dalam kehidupan rumah tangga, kadang kehidupan suami istri juga mengalami kejenuhan dan kebosanan. Pasangan yang demikian ini kemudian sering bertengkar bahkan tidak jarang mereka akan mengambil jalan sendiri-sendiri ataupun berpisah. Contohnya seperti apa bila kita sedang dilanda kebosanan terkadang kita akan mencoba melakukan sesuatu untuk keluar dari rasa bosan tersebut dengan hal-hal yang tak kita tau itu baik atau buruk untuk diri sendiri maupun orang lain, karena pada saat keadaan bosan pikiran justru sedang dalam kondisi yang kosong (bingung). Dan dengan kekosongan tersebut kadang kita tidak sempat memilah apa yang harus kita isi, apabila kita isi sampah (negative) maka yang keluar juga akan sampah dan berdampak nyampah untuk orang lain. Dan apabila kita isi dengan suatu hal yang positif maka akan timbul sebuah hasil yang positif pula bahkan bisa sampai ke tingkat yang kreatif.
Namun sayangnya
hanya sebagian saja yang mengisi kekosongan itu dengan suatu hal yang positif.
Atau mungkin karena beberapa orang tidak sadar bahwa dirinya sedang dilanda
kebosanan, sebab ada beberapa sifat manusia antara lain “1. Tahu bahwa dirinya tahu; 2. Tahu bahwa dirinya tidak tahu; 3. Tidak
tahu bahwa dirinya tahu, dan 4. Tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu”. Dari
keempat
sifat tersebut semoga kita tidak termasuk kedalam sifat yang
terakhir(4),
oleh karna itu mulai sekarang perbanyaklah kegiatan yang positif, dan
hal-hal
yang positif itu tidak jauh dari hasil pemikiran yang positif pula. Dan
menurut penelitian di salah satu Universitas di negri asal band Rolling
Stones (East Anglia University) rasa bosan bisa mendorong seseorang
untuk memberikan respon yang lebih kreatif dan mendorong seseorang untuk
mencoba hal-hal baru. Jadi tetap jaga
ketenangan, sekalipun rasa bosan itu datang tak perlu khawatir karena
apabila
kita dalam keadaan tenang saat itu pula kita masih tetap dalam keadaan
sadar.
~ Muhammad A Fadhillah

Tidak ada komentar: