Nostalgia Blusukan Warung Internet
Sabtu malam ku mungkin tak seasik para jejaka dan kaula muda kota Jakarta pada umumnya yang mungkin sebagian mereka habiskan di ruang-ruang dan sudut-sudut kota dengan pasangan bahkan kawan. Ya, sabtu malam ku kali ini aku mendapat panggilan dari Ibu yang sedang ada di kediaman Kakek dan Nenek yang berlokasi di wilayah Timur Jakarta. karena dalam bunyi frekuensi gelombang telepon Ibu berkata "Sini ke tempat Mbah, Mbah Uti kangen sama kamu, pengen ketemu cucunya yang katanya sudah tidak gondrong", batin ku "wah ada apa nih tumben-tumbenan, biasanya kalo ketemu cuma bilang potong tuh rambutnya" (kala itu saat diriku masih gondrong).
Sesegera kupanaskan roda dua dan meluncur dari Selatan menuju penjuru Timur Jakarta, bersama saudara kandung ku telusuri jalanan raya. Okeh sesampainya disana kelewat malam (22:00) dan aku memergoki orangtua ku yang sedang ingin berpulang karna mereka sedari siang sudah disana. Hahaha seperti pertandingan olahraga kami seakan berganti pemain. Namun ternyata yang ingin bertemu dan melihat penamilan baruku, beliau sudah tertidur alias Sleep. Ya mau tak mau diriku pun harus tinggal dan menginap agar dapat bertemu Nenek tercinta atau yang biasa kami panggil Mbah Uti.
Semakin larut malam kelam Pulogebang, saudaraku pun tertidur karna seharian lelah "kayanya". Berbeda dengan ku yang hingga pukul dua tak kunjung terkantuk-kantuk. "AAAAsshh" batinku menggerutu jenuh, aku putuskan untuk keluar dan berpetualang menuju Online. Ya, mengunci pintu lalu terbang mencari Warnet yang aku Rindu. Dalam perjalanan beralaskan sendal Swallow ku telusuri jalanan aspal mencari Warung Internet, yang selama ini ku kira telah punah karna hadirnya gedget yang mudah terjangkau. Namun ternyata mereka masih ada, dan saat ku membuka pintu nya, ku rasakan atmosfer budaya lama yang sungguh khas, para pelajar dan pengangguran sedang menikmati paket malamnya.
Hahaha diriku serasa nostalgia dengan aroma-aroma itu. Bingung tak tau mau berbuat apa, karena sudah lupa caranya bermain Games seperti mereka. Ya dengan modal nekat ku tulis cerita ini dengan singkat sekedar sebagai hasil dari kunjungan atau bahasa tren presiden asal Solo ialah Blusukan ke tempat-tempat rakyat. Ya, rakyat yang sedang bercumbu dengan billing dan paket-paketan Jam unuk berselancar di dunia maya secara sosial di dunia nyata.

Tidak ada komentar: