Tersenyumlah
Tertawa merupakan puncak kegembiraan, titik tertinggi
keceriaan, dan ujung rasa suka cita. Namun yang demikian itu adalah tertawa
yang tidak berlebihan sebagai mana di katakan dalam pepatah, “Janganlah engkau banyak tertawa, sebab
banyak tertawa itu mematikan hati”.
Dan manusia, sesuai watak dasarnya adalah makhluk yang suka
tersenyum. Itu bila dalam dirimu tidak bercokol penyakit tamak, jahat, dan egoism
yang membuat rona wajah tampak selalu kusut dan cemberut. Adapun bila ketiga
hal itu meliputi seseorang, niscaya ia akan menjelma sebagai manusia yang
selalu mengingkari keindahan alam semesta.
Banyak orang yang tidak mampu melihat indahnya kehidupan. Mereka
hanya membuka matanya untuk dirham dan dinar semata. Maka, meskipun berjalan
melewati sebuah taman yang rindang, bunga-bunga yang cantik mempesona, air
jernih yang memancar deras, burung-burung yang berkicau riang, mereka sama
sekali tidak tertarik dengan semua itu. Di mata dan pikiranya hanya ada uang - berapa
yang masuk dan keluar hari itu -saja.
Diatas adalah sedikit kutipan syair pencerahan hati (an-nafsu al muthma`innah) dari buku '
Lâ Tahzan' (Jangan Bersedih) yang di tulis oleh :
Shaykh Dr. Aaidh ibn Abdullah al-Qarni (juga disebut al-Qarnee dan ʻĀʼiḍ Quranī)
Lâ Tahzan' (Jangan Bersedih) yang di tulis oleh :
Shaykh Dr. Aaidh ibn Abdullah al-Qarni (juga disebut al-Qarnee dan ʻĀʼiḍ Quranī)

Tidak ada komentar: