Part 3 (Aku Adalah)

            Sepertinya cukup sampai sini saja kuceritakan tentang pertemuan ku dan Joni yang sedang menyendu. Karna akan terlalu panjang bila ku selesaikan ceritanya hanya dalam satu surat.

            Oh iya, aku ingin bertanya kepadamu wahai tulip ku, apakah kau tahu siapa sebenarnya “AKU” disini ? karna sepertinya kau tidak tahu siapa sebenarnya yang di sebut Aku disini. Sebab kau hanya diam saja dan tak bertanya, kau terlalu asyik dengarkan cerita tentang si Joni dan Nevitaria, mungkin karna engkau lebih suka mendengarkan kisah-kisah drama percintaan layaknya remaja sekarang yang menjadikan kegalauan sebagai kebutuhanya, tanpa ingin tahu siapa sebenarnya yang telah mengirimi surat ini untuk mu wahai bunga tulip ku. Kita belum sempet berkenalan dan memeperkenalkan diri, dan ngomong-ngomong Aku disini juga tidak tahu siapa Kamu disana yang entah dimana. Andai aku punya paso belanga milik sang nenek Legenda fiksi Mak Lampir namanya, mungkin Aku disini bisa tahu dan bisa mengawasimu dari kejauhan, karna kesaktian air yang berwadahkan paso belanga sakti itu seperti cermin atau camera depan layar smartphone kekinian yang bisa video call-an tanpa diketahui, alias spycam dan spionase dalam istilah teknologi era sekarang. Walau sepele, tapi tak pernah kah terlintas secuwil tanya di benakmu tentang diriku ?.

Oalaaah, kini aku tahu, kenapa kau tak sedikitpun kepo (istilah ingin tahu yang sering dipakai remaja kontemporer untuk menyembunyikan apa yang mereka tahu) perihal siapa diriku, mungkin karna Aku bukanlah sebuah hal yang penting untuk kau tahu, sebab biasanya mereka yang lupa akan hidupnya adalah mereka yang sibuk mementingkan hal-hal yang itu-itu saja, seperti material dan lain sebagainya. Atau jangan-jangan kau tak mau tahu karna gengsi mu yang tak ingin di bilang Kepo ?, sungguh aneh ya, kini semua rasa penasaran telah tertahan karna perubahan budaya yang seperti itu, kritis dianggap tabu, semua orang tak boleh saling tahu, semua sembunyikan rahasia satu sama lain, semuanya palsu, penuh kepura-puraan, mereka telah di kalahkan oleh egonya masing-masing, gengsi telah merubah sikapnya hingga membohongi nuraninya sendiri.

            Sudahlah kini kita kembali ke topik sebelumnya perihal siapa Aku dan Kau yang sebenarnya. Aku akan beritahu jawabanya tanpa perlu kau bertanya dan ingin tahu, “Aku disini adalah aku yang di ceritakan, dan Kau disini adalah kau yang menceritakan“. Aku adalah Joni dan Joni adalah Aku, Nevitari adalah Angie, Jane and Fanny adalah Nevitari, Nevitari adalah Aku, dan Engkau juga termasuk kedalam Aku yang belum menjadi Aku. Karna sejatinya semua itu adalah Satu, kita adalah Satu yang belum Menyatu.

            Maaf karna telah membuat mu bingung, mungkin di lain waktu akan ku kirimkan lebih jelasnya di surat selanjutnya. Dan akan kuceritakan kelanjutan kisah mereka, hingga tuntas. Tapi untuk sekarang kurasa cukup sampai sini saja, dan untuk menutup surat pertama ku ini aku akan sedikit mengutip kalimat yang tertulis di pintu gerbang masuk kuil Apolo , Delphi Yunani, “Gnothi Seauton” (know thyself – kenalilah dirimu sendiri).




Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.